Fakta Mencengangkan tentang Matahari yang Sering Diabaikan Orang Islam

sujud (www.yudhe.com)

sujud (www.yudhe.com)

Matahari dan alam semesta merupakan tanda kekuasan Allah Ta’ala. Dialah Yang Maha Menciptakan, Mengurusi, dan Mengatur semesta raya. Dialah Rabb yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Hanya kepada-Nya kita beriman. Hanya kepada-Nya kita meminta dan memohon pertolongan.

Setiap pagi matahari terbit dari arah timur. Beredar sesuai garis edarnya, menuruti perintah Allah Ta’ala. Kemudian terbenam di senja hari. Sebagai salah satu ketentuan Allah Ta’ala, malam pun menjelang. Bulan dan gemintang lain terlihat indah, menghiasi langit yang semakin gelap.

Barangkali hanya sebatas ini pengamatan kita terkait matahari. Bahkan ada begitu banyak kaum Muslimin yang tidak menyadari atau memperhatikan matahari sebagai salah satu ayat-ayat-Nya di semesta raya. Banyak pula yang tidak sempat melihat matahari terbit, sebab sudah beranjak kerja di pagi buta sebelum Subuh. Dan tak sempat pula menjadi saksi terbenamnya bola dunia itu lantaran pulang larut malam.

Jika seremeh ini pemaknaan kita yang mengaku Islam terkait matahari, mestinya harus bersedih. Sebab di balik peredaran dan penciptaan matahari ada hal sangat besar yang seharusnya membuat kita tercengang.

Apalagi hal besar ini sudah disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam seribu empat ratus tahunan lampau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim Rahimahumallahu Ta’ala dari sahabat mulia Abu Dzar al-Ghifari Radhiyallahu ‘anhu.

“Apakah kamu mengetahui ke mana matahari pergi jika terbenam?” tanya Kanjeng Nabi kepada sahabatnya itu.

“Aku tidak tahu, wahai Rasulullah.” jawab sang sahabat.

“Matahari itu,” terang Rasulullah yang mulia, “berhenti di bawah ‘Arsy, bersujud, lalu berdiri lagi sehingga dikatakan kepadanya, ‘Kembalilah.’”

Fenomena terbit dan terbenamnya matahari sebagaimana disebutkan dalam hadits ini merupakan hal besar dalam kehidupan kita, kaum Muslimin. Dia berhenti di bawah ‘Arsy, sujud kepada Allah Ta’ala, lantas kembali terbit di tempat terbitnya.

Kemudian, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam melanjutkan, “Wahai Abu Dzar, sudah dekat sekali saat dikatakan kepada mentari, ‘Kembalilah (terbitlah) di tempat engkau terbenam.’”

Nabi jelas mengatakan, Kiamat sudah dekat. Kiamat akan terjadi setelah mentari terbit dari arah terbenamnya.

Di akhir riwayat yang dikutip oleh Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam membacakan surat al-An’am [6] ayat 158.

“Tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau bagi orang yang belum mengupayakan kebaikan di masa imannya itu.”

Ya. Terbitnya matahari dari arah terbenamnya merupakan tanda besar akan terjadinya Hari Kiamat dan menjadi ketentuan Allah Ta’ala bahwa iman tak lagi bermanfaat. Taubat tak lagi diterima.

Wallahu a’lam. [Pirman/BersamaDakwah]

*Tafsir Ibnu Katsir versi lengkap (terjemah) bisa dipesan di 085691479667

Tentang maskur bin rusli

ingin lebih memahami dalam segala hal/bidang, aamiiin !
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Hadist, Kisah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s