Dianggap Remeh, Padahal Dosanya Melebihi Zina 30 Kali

ghibah

ghibah

Secara ringkas, Islam yang mulia terdiri dari dua hal. Perintah yang harus senantiasa dikerjakan dan larangan yang harus dijauhi seluruhnya. Pengamalan dua hal ini secara sempurna merupakan manifestasi taqwa yang sebenarnya. Taqwa yang menjadi sebab dimasukkannya seseorang ke dalam surga. Taqwa yang membuat seorang hamba semakin dekat dengan Allah Ta’ala.

Larangan terdiri dari hal-hal yang sia-sia, maksiat, dan dosa. Sejatinya, tiada dosa kecil. Apalagi jika dilakukan secara terus menerus, maka sekecil apa pun dosa akan bernilai besar. Ibarat satu butir pasir yang berkumpul di pantai hingga menjadi lautan pasir. Banyak. Tak bisa dihitung.

Imam al-Ghazali Rahimahullahu Ta’ala hendak mengingatkan kita, kaum Muslimin, terkait dosa ini. Di dalam buku Bidayatul Hidayah, Hujjatul Islam menerangkan tentang satu dosa yang dianggap remeh oleh sebagian orang Islam, padahal nilainya lebih buruk dari zina 30 kali.

Dosa apakah yang beliau maksud?

“Dalam pandangan Islam, bergujing itu lebih keji daripada berbuat zina tiga puluh kali lipat.” tutur Imam al-Ghazali.

Beliau menjelaskan, bergunjing merupakan perbincangan seseorang kepada orang lain terkait sesuatu yang tidak disukai oleh pihak yang diperbincangkan. “Engkau adalah orang yang bergunjing dan berlaku zhalim, meski yang kau perbincangkan benar adanya.” lanjut beliau.

Berapa banyak kejadian ini di sekitar kita? Betapa mudahnya kita membicarakan orang lain terkait sesuatu yang tidak disukai orang tersebut? Kita membicarakan dengan tanpa merasa berdosa, sedikit rasa salah, dan rasa sesal yang hampir tiada.

Sebab hal itu sudah menjadi kebiasaan.

Padahal, ada ancaman yang besar di baliknya. Ada hukuman yang menanti. Bahkan al-Qur’an al-Karim menghukuminya dengan sangat jelas, “Siapa yang menggunjing saudaranya, ia seperti memakan daging binatang yang sudah menjadi bangkai.”

Jika bangkai ini nyata, tentu tidak ada orang waras yang doyan. Tapi, mengapa sebagian kaum Muslimin tidak risih dan jijik saat melakukannya?

Ketika kita dibisiki oleh setan untuk membicarakan orang lain, ingatlah bahwa diri ini tidak bebas dari salah. Bagaimana jika kita yang digunjingi? Apakah kita siap jika dosa-dosa kita dibicarakan orang ramai? Bukankah dosa-dosa kita amat banyak dan tak menututup kemungkinan lebih banyak dari orang yang kita pergunjingkan?

Astaghfirullahal ‘azhiim.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Buku Bidayatul Hidayah tulisan Imam al-Ghazali bisa dipesan di 085691479667

Tentang maskur bin rusli

ingin lebih memahami dalam segala hal/bidang, aamiiin !
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ilmu Islam, Kajian, Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s