Menjenguk Orang Sakit, Sunnah yang Hampir Dilupakan Sebagian Kaum Muslimin

sumber gambar (albashiroh.com)

sumber gambar (albashiroh.com)

Di antara sunnah yang hampir dilupakan sebagian kaum muslimin adalah menjenguk orang sakit. Padahal, perbuatan ini merupakan hak muslim terhadap muslim lainnya dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabat di berbagai kesempatan.

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ

“Hak seorang muslim terhadap berbuat baik atas muslim lainnya ada enam.”

Beliau menyebutkan di antaranya,

وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

“Jika dia sakit maka jenguklah, dan jika ia meninggal dunia, ikutlah (mengantar jenazahnya).”(HR Muslim dan Ahmad).

Kenapa menjenguk saudara sesama muslim menjadi wajib? Tidak lain karena hal itu akan memperkuat kecintaan seorang muslim kepada saudaranya.

Sungguh, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sangat menganjurkan kaum muslimin untuk menjenguk orang sakit dalam banyak hadits. Di samping itu, ada banyak keutamaan yang didapat oleh seseorang yang mengunjungi orang yang sedang sakit.

Dalam kitab Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah dengan sanad yang kuat disebutkan, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Jika seseorang menjenguk saudaranya sesama muslim maka berarti ia berjalan di taman surga sampai duduk.

Apabila dia duduk maka rahmat akan menyelimutinya, dan apabila ia menjenguknya di waktu pagi maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya sampai sore.

Apabila dia menjenguknya di waktu sore maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya sampai pagi.”(HR. Ahmad).

Dalam menjenguk orang sakit, ada beberapa tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam biasa menjenguk para shahabatnya yang sakit, termasuk beliau menjenguk seorang pemuda Yahudi yang biasa melayani beliau.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam juga menawarkan kepada orang Yahudi itu untuk masuk Islam, sehingga akhirnya ia pun menyatakan diri masuk Islam. Beliau juga menjenguk paman beliau Abu Thalib, dan mengajaknya masuk Islam akan tetapi dia menolak.

2. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam senang menjenguk orang sakit sesuai kebutuhan. Kadang-kadang beliau menjenguk orang sakit setiap hari, dan terkadang setiap minggu.
3. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam biasanya berdiri di dekat kepala orang yang sakit, lalu menanyakan apa yang dibutuhkannya seperti, “Apakah kamu ingin sesuatu?”

Selama yang diinginkan tidak membahayakan, maka beliau akan memenuhinya.

4. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga biasa mengusap tubuh orang yang sakit dengan tangannya sambil membacakan doa,

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah, Tuhan semua manusia, hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah ia, hanya Engkau yang Maha Menyembuhkan, tiada yang menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

5. Terkadang Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mendoakan dengan menyebut nama orang yang sakit seperti doanya,

اَللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

“Ya Allah berilah kesembuhan kepada Sa’ad.”

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam juga mengatakan,

لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak apa-apa, semoga penyakit ini menjadi pencuci dari dosa-dosa, insya Allah.”

Terkadang beliau mengatakan,

كَفَّارَةٌ

“Semoga menjadi penebus dosa.”

6. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam terkadang meletakkan tangannya di dahi orang sakit, kemudian mengusap dada, perut dan mukanya sambil berdoa,

اَللَّهُمَّ اشْفِهِ

“Ya Allah sembuhkanlah ia.”

7. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak mengkhususkan hari-hari tertentu untuk menjenguk orang sakit. Beliau menyuruh umatnya untuk menjenguk orang sakit baik waktu malam atau siang.

8. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam biasa menjenguk para shahabatnya yang tertimpa sakit ringan seperti yang terkena sakit mata atau lainnya. Jika ada shahabat yang tertimpa sakit keras, tentu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lebih sering menjenguknya.

Setelah mengetahui hadits-hadits di atas, tentu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjenguk saudara kita yang tengah sakit. Jika tidak sempat untuk bertemu secara langsung, baik di rumah sakit atau di rumahnya, maka satu-satunya cara yang harus kita lakukan adalah mendoakannya.

Hal ini dapat dilakukan dengan meneleponnya, mengiriminya pesan singkat berupa doa kesembuhan, atau melalui media sosial yang dia miliki.

Semoga kita termasuk orang-orang yang menjalankan salah satu sunnah yang mulai dilupakan oleh sebagian kaum muslimin. Aamiin.

Demikian disarikan dari Durus Al-Am karya Dr. Abdul Malik Al-Qasim. [Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Tentang maskur bin rusli

ingin lebih memahami dalam segala hal/bidang, aamiiin !
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ilmu Islam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s