Istri Anda Lambat ‘Panas’? Coba 3 Cara Ini

suami-cepat-selesai-696x447Sebaik-baik pasangan ialah yang paling baik jima’nya. Jima’ merupakan keharusan dalam sebuah pernikahan, ibadah unggulan, kegemaran orang-orang shalih, bernilai sedekah, menentramkan hati dan pikiran, juga menyehatkan badan.

Pasangan yang baik tentu akan belajar dengan sungguh-sungguh terkait jima’ ini. Mereka akan rajin mempelajari berbagai hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang secara jelas memberitahukan soal salah satu aktivitas utama para ahli surga ini.

Dengan aktif mencari ilmu dari sumber yang dijamin kebenarannya, seorang pasangan akan bisa melaksanakan ‘tugas’nya dengan baik hingga rumah tangganya menjadi idaman, sakinah, penuh cinta, dan mengantarkan seluruh anggota keluarga pada makna kasih sayang yang sebenarnya.

Di antara kaidah penting tentang karakter jima’ sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dalam banyak haditsnya ialah lambatnya wanita dalam menggapai salah satu inti dari jima’ itu.

Sebab hampir semua wanita mengalaminya, ada tiga kiat yang bisa dicoba sebagai salah satu jenis solusi.

Santai

Jangan buru-buru. Nikmatilah setiap detik yang berlalu bersama pasangan. Awali dengan kalimat-kalimat manis jauh-jauh sebelum masuk ke dalam ruangan. Katakan cinta dan sayang. Ikuti dengan ekspresi yang membuat istri nyaman.

Rangkulan. Genggaman tangan. Dekapan tulus. Tatapan mata yang menyejukkan. Jangan lupa dengan usapan di kepala dan anggota badan yang lain.

Pastikan semuanya berjalan dengan baik. Jangan sampai ada yang terbuka, terutama pintu dan jendela. Pastikan semuanya tertutup.

Kondisikan ruangan. Wewangian dan pengatur suhu adalah dua hal penting yang tak boleh dilihat dengan sebelah mata.

Akan lebih mendukung menuju santai ialah wudhu untuk melemaskan seluruh saraf yang tegang. Dilanjutkan dengan shalat sunnah dua rakaat. Dzikir secukupnya. Kemudian membaca beberapa ayat al-Qur’an al-Karim, syukur-syukur jika sempat membaca terjemah dan membahas tafsirnya bersama pasangan.

Intinya, kumpulkan sebanyak mungkin hal-hal yang mengantarkan pada kondisi sesantai mungkin. Anda lebih memahaminya.

Perbanyak Latihan

Inti dalam jima’ merupakan koordinasi otak. Meski demikian, hal itu bisa dilatih dengan berbagai latihan yang dianjurkan lantaran jima’ terkait pula dengan kondisi fisik dan kesehatan. Untuk melakukan jima’ dengan baik harus didukung fisik yang prima dan teknik yang benar.Inti dalam jima’ merupakan koordinasi otak. Meski demikian, hal itu bisa dilatih dengan berbagai latihan yang dianjurkan lantaran jima’ terkait pula dengan kondisi fisik dan kesehatan. Untuk melakukan jima’ dengan baik harus didukung fisik yang prima dan teknik yang benar.

Di antara bentuk latihan fisik yang dianjurkan oleh Ustadz Abu Umar Basyir dalam Sutra Ungu ialah, “Berbaring telentang. Kaki menginjak lantai. Angkat bagian tengah tubuh (pant*t). Rasakan kekencangannya pada kaki dan pant*t. Tahan sebentar, lalu turunkan. Ulangi gerakan ini selama beberapa kali.”

Latihan lainnya ialah olah raga secara umum. Baik berupa latihan serius atau sekadar memperbanyak jalan kaki dan aktivitas bersifat fisik lainnya. Jangan biarkan tubuh menjadi lemah karena tidak pernah berolah raga.

Selain sangat bermanfaat untuk menunjang kesuksesan jima’, olah raga juga merupakan sarana agar badan senantiasa sehat dan kuat. Orang yang kuat lebih disukai oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya di banding orang yang lemah.

Olah Nafas

Jangan embuskan nafas secara sembarangan saat jima’. Atur dengan baik. Aktivitas ini membutuhkan nafas panjang dan hanya bisa didapatkan jika stamina seseorang prima. Dengan oleh nafas yang baik, maka rasa yang didapatkan saat jima’ pun akan semakin dahsyat.

“Jangan menahan nafas saat mendekati puncak. Sebab kekurangan oksigen akan menghambat terjadinya momen tersebut.” tulis Ustadz Abu Umar Basyir dalam buku yang sama.

Pada akhirnya, tetaplah melakukan ini dalam rangka beribadah kepada Allah Ta’ala. Agar semakin dekat dengan Allah Ta’ala dengan terjaganya syahwat. Agar lebih tenang dalam beribadah. Agar senantiasa meraih pahala sedekah saat melakukannya.

Jadikan ini sebagai salah satu jalan untuk mendekati Allah Ta’ala sebagaimana jalan yang telah ditempuh oleh para Nabi dan orang shalih terdahulu. Mereka rajin beribadah mahdhah dan memiliki pasangan hidup sebagai bentuk menaati aturan Allah Ta’ala dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Jangan malas mencari ilmu. Galilah sebanyak mungkin hikmah di balik perintah-perintah yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Tidaklah beliau menyampaikan anjuran, kecuali terdapat hikmah yang amat banyak di dalamnya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

Tentang maskur bin rusli

ingin lebih memahami dalam segala hal/bidang, aamiiin !
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Keluarga Cinta. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s