Masya Allah… Beginilah Kalimat Terakhir 4 Khalifah Kaum Muslimin Sebelum Wafatnya

ilustrasi khalifah ((www.arrahmah.com))

ilustrasi khalifah ((www.arrahmah.com))

Al-Faruq Umar bin Khaththab

Ketika menanggung sakit lantaran tusukan musuh-musuh Allah Ta’ala, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mendatangi Sayyidina Umar yang tengah berbaring di tempat tidurnya. Kepada Khalifah kedua kaum Muslimin ini, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Engkau sudah menjadi Muslim ketika orang-orang lain masih kafir. Engkau senantiasa berjihad bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tatkala orang-orang lain bermalas-malasan. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam wafat, beliau sudah ridha dengan engkau.”

Dengan sisa-sisa tenaganya, Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu meminta agar Abdullah bin Abbas mengulang kalimatnya. Setelah diulang, Umar menimpali, “Celakalah orang yang tertipu dengan ucapanmu itu!”

Umar Radhiyallahu ‘anhu tidak mau dirasuki sombong. Umar sang pembeda kebaikan dan keburukan enggan dihinggapi setan di dalam dirinya. Maka kalimat kebenaran yang disampaikan oleh Abdullah bin Abbas terkait dirinya itu ditepis, agar tidak menjadi sebab kesombongan baginya.

Betapa mulianya Umar yang ditakuti setan terlaknat.

Dzun Nurain Utsman bin Affan

Laki-laki yang malaikat pun malu kepadanya ini tak berbeda kisahnya dengan para pendahulunya di jalan iman. Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu dikepung selama empat puluh hari, lalu dibunuh oleh musuh-musuh Allah Ta’ala.

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Ya Allah,” ujar Utsman tegar ketika darah menetes hingga ke janggutnya, “Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim. Ya Allah, aku memohon Perlindungan-Mu dan Pertolongan-Mu atas persoalanku dan aku memohon pada-Mu agar diberikan kesabaran atas ujian ini.”

Laki-laki amat dermawan yang dua kali menjadi menantu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini sangat rendah hati. Iman dan taqwanya dijamin oleh sang Baginda. Akhir hayatnya pun digaransi berada dalam kebaikan. Surga dipastikan diberikan kepadanya. Akan tetapi, beliau masih mengaku sebagai orang zalim sebagai bentuk kerendah-hatiannya.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu

Di ujung hidupnya, sepupu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini masih sempat bertanya tentang laki-laki yang telah menusuknya. Kepada yang masih hidup, istri Fathimah az-Zahra binti Muhammad ini berpesan agar mereka tak berlaku zalim kepadanya. “Berikan makan dan minum. Jika aku mati, pukullah dia dengan sekali pukul saja.”

Sebagai wasiat paling akhir nan menakjubkan, Khalifah keempat kaum Muslimin ini berkata, “Jangan berlebih-lebihan dalam mengafaniku. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Jangan bermewah-mewahan dalam berkafan. Sebab yang demikian itu menghimpit dengan keras.’”

Semoga Allah Ta’ala meridhai mereka dan menjadikan kita bagian dari mereka. Ya Allah, akhirkan hidup kami dalam iman dan Islam, dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/BersamaDakwah]

Tentang maskur bin rusli

ingin lebih memahami dalam segala hal/bidang, aamiiin !
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s