4 Nikmat Sedekah yang Sering Tak Terpikirkan

SedekahSeringkali kita mendengar seruan untuk bersedekah. Banyaknya kisah yang mengatakan bahwa sedekah akan melipat gandakan harta tak urung membuat banyak orang termotivasi melakukannya. Tapi, jika hanya itu motivasinya maka sebaiknya Anda berpikir ulang. Sebab Anda akan kecewa.

Jalannya sedekah tak seperti yang Anda pikirkan. Ketika Anda bersedekah maka keesokan harinya Anda segera mendapat kembalian yang mengesankan. Entah berupa harta atau kemudahan berusaha. Jika mau mengkaji lebih dalam nikmat sedekah tak hanya soal harta bertambah. Tetapi juga hal-hal lain yang sifatnya lebih personal. Lebih mengarah pada perbaikan diri pribadi seperti :
1. Lebih bahagia

Apa yang Anda rasakan saat orang yang Anda beri sedekah terkesan memanfaatkan Anda? Apakah Anda marah ketika menyadari semakin Anda memberi semakin banyak dia meminta? Saat mengalami hal semacam ini seorang karib saya justru mengajarkan agar sedekah terus dilakukan.

“Jangan berhenti. Bukankah sedekah itu memberi kita kebahagiaan? Memberi membuat kita merasa penting dan berguna. Alhasil optimisme dan kepercayaan diri mengalir pada diri kita,” begitu ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Aidh Al-Qarni bahwa melakukan perbuatan baik pada orang lain akan membuat kita merasa bahagia.

Lalu soal dimanfaatkan itu bagaimana? Masih menurut karib saya dimanfaatkan oleh orang pun sebenarnya juga ada manfaatnya. Intuisi jadi lebih tajam. Sehingga kita jadi tahu kapan seseorang benar-benar membutuhkan bantuan atau hanya pura-pura. Dan keterampilan semacam ini tak didapat dari buku pelajaran, tetapi dari pengalaman.

2. Ikhlas

Jika tidak didasari oleh rasa ikhlas, akan sulit bagi Anda mengeluarkan uang senilai lima ribu rupiah. Terutama saat anda mengalami kesulitan keuangan. Begitu banyak pertimbangan yang ujung-ujungnya membatalkan niat baik kita. Tapi mari berpikir kebalikan dengan menempatkan diri Anda sebagai orang yang sedang kesulitan. Bukankah menyenangkan dalam keadaan demikian ada yang memberi dukungan sosial?

Jangan takut uang itu hilang sia-sia. Sebab dengan bersedekah sesungguhnya Anda tengah menabung di bank semesta pimpinan Allah Ta’ala.

3. Sabar

Apa rasanya ketika orang yang Anda bantu dengan sedekah itu tak mengucapkan terima kasih? Malah terkesan tidak acuh dan tidak peduli. Seorang teman saya yang lain pernah mengalami hal macam ini. Ketimbang marah, ia justru berpikir sederhana. Ia menganggap melakukan sedekah itu bak menimbun kotoran ayam di halaman belakang. Saat melakukannya memang tidak menyenangkan, tapi ketika si kotoran telah terurai dengan baik ia-lah yang mendapat keuntungan.

Halaman belakangnya subur, bisa ditanami segala macam tanaman. Saat tanaman besar dan berbuah ia akan memetik serta merasakan manisnya. Itulah hasil berpayah-payah menyemai kotoran ayam di halaman belakang. Begitu ia mengumpamakan pahala yang kelak ia dapatkan dari Allah untuk amal yang dilakukan penuh keikhlasan, tanpa mengharap balasan.

4. Belajar berkomitmen

Bisa jadi saat Anda berjanji untuk sedekah ujian malah datang. Bukannya mudah malah anda jadi sulit untuk sedekah. Usaha gagal atau malah rizki seret. Orang-orang terdekat mencemooh Anda, menyatakan sebaiknya bersedekah itu harusnya nanti saja ketika kita sudah kaya. Atau malah sehabis sedekah Anda diuji dengan munculnya beragam masalah.

Jika demikian yang terjadi, bisa jadi sesungguhnya Allah tengah menguji komitmen Anda. Sekaligus membuat Anda menyadari bahwa memberi itu bukan menukar. Dalam artian Anda memberi sesuatu tetapi di baliknya ada agenda besar untuk mendapatkan kembalian seperti yang Anda inginkan. Jika ini yang kita harapkan, maka jangan kaget kalau anda justru tidak mendapatkan apa-apa.

Jadi ketika bersedah, sekecil apapun, lakukan dari hati. Bahkan jika itu berupa ucapan. Bukankah Rasulullah S.A.W. telah bersabda,

“Kalimat (ucapan) yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Oleh karena itu lakukan saja sedekah Anda, lalu lupakan. Kelak imbalan akan datang dengan sendirinya. Dengan cara misterius yang tak pernah Anda duga. [Afin Yulia/Bersamadakwah]

Tentang maskur bin rusli

ingin lebih memahami dalam segala hal/bidang, aamiiin !
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Tazkiah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s